~HAVE A BLESSED & WONDERFUL DAY BLOGGER~

14 Mei 2018

Kejahatan Terosisme Jangan Dipolitisir

Jangan sampai tindak kejahatan terorisme, dimanfaatkan oleh sekelompok polotisi yg berambisi menggulingkan pemerintahan Jokowi, kalau itu terjadi, itu artinya semakin terlihatlah tipikal asli kalian.
Kelompok gak berkwalitas, skill nya hanya fitnah, adu domba, makanya gak laku di kancah politik Indonesia. Lihat tuh Presiden Jokowi seorang pemimpin yang sangat bersahaja, diakui dan dicintai oleh mayoritas rakyat Indonesia, bahkan mata dunia tertuju kepada seorang Jokowi... Apa sih yg telah disumbangkan oleh tokoh / politisi yang  kalian  banggakan  kepada bangsa dan negara ini? NOL BESAR,

26 Okt 2017

Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)

Jangan Pernah Lelah Menjaga Pancasila

Pancasila merupakan ideologi yang sudah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di negeri ini. Pancasila dilahirkan secara alami dari rahim nilai-nilai kearifan lokal yang bersemayam di bumi pertiwi. Bahkan Pancasila bukanya hanya cocok dalam tataran teori saja, tetapi juga sudah dipraktikkan dalam kehidupan kebangsaan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya sejak negara ini berdiri. Pancasila tetap kokoh berdiri mengajarkan nilai-nilai kedamaian yang menenangkan dan memberikan kesejukan bagi kehidupan kebangsaan. 
(Thamrin Pasaribu.SH.  Ketua Bara JP Kepri)


23 Okt 2017

Verboden voor Honden en Inlander

Larangan bagi Anjing dan Pribumi untuk masuk dikawasan elit/eksklusif Kolonial Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. 
Menurut pandangan penulis pidato politik Anis Baswedan sama sekali tidak ada korelasinya dgn masa Kolonial Belanda, Semua itu hanya pengalihan isu saja, karena sdh tersudut dgn berbagai pertanyaan publik dan media.
Mungkin dia lupa dan bahkan bisa jadi tidak tau bahwa penggunaan kata Pribumi dan Non Pribumi telah diatur oleh Undang-Undang No.40 Thn 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan juga sebelumnya telah diatur dalam Instruksi Presiden No.26 Tahun 1998 Tentang Menghentikan Penggunaan kata Pribumi dan Non Pribumi dalam semua Perumusan dan Pemyelenggaraan Kebijakan Perencanaan Program ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.
Bisa jadi kalimat "Saatnya Pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri" dlm pidato AB hanya menyentil keberadaan dan eksistensi etnis tertentu saja.....Bravo.......