~HAVE A BLESSED & WONDERFUL DAY BLOGGER~

17 Mei 2018

Urgensi Perppu Tentang Terroris

Hirarki Peraturan Pemerintah Pengganti UU (PERPPU) dengan UU  apabila negara dlm kondisi darurat, apakah masih diberlakukan? Apalagi negara dlm darurat terroris?. Asas hukum LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALI adalah asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis).

14 Mei 2018

Kejahatan Terosisme Jangan Dipolitisir

Jangan sampai tindak kejahatan terorisme, dimanfaatkan oleh sekelompok polotisi yg berambisi menggulingkan pemerintahan Jokowi, kalau itu terjadi, itu artinya semakin terlihatlah tipikal asli kalian.
Kelompok gak berkwalitas, skill nya hanya fitnah, adu domba, makanya gak laku di kancah politik Indonesia. Lihat tuh Presiden Jokowi seorang pemimpin yang sangat bersahaja, diakui dan dicintai oleh mayoritas rakyat Indonesia, bahkan mata dunia tertuju kepada seorang Jokowi... Apa sih yg telah disumbangkan oleh tokoh / politisi yang  kalian  banggakan  kepada bangsa dan negara ini? NOL BESAR,

26 Okt 2017

Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)

Jangan Pernah Lelah Menjaga Pancasila

Pancasila merupakan ideologi yang sudah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di negeri ini. Pancasila dilahirkan secara alami dari rahim nilai-nilai kearifan lokal yang bersemayam di bumi pertiwi. Bahkan Pancasila bukanya hanya cocok dalam tataran teori saja, tetapi juga sudah dipraktikkan dalam kehidupan kebangsaan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya sejak negara ini berdiri. Pancasila tetap kokoh berdiri mengajarkan nilai-nilai kedamaian yang menenangkan dan memberikan kesejukan bagi kehidupan kebangsaan. 
(Thamrin Pasaribu.SH.  Ketua Bara JP Kepri)


23 Okt 2017

Verboden voor Honden en Inlander

Larangan bagi Anjing dan Pribumi untuk masuk dikawasan elit/eksklusif Kolonial Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. 
Menurut pandangan penulis pidato politik Anis Baswedan sama sekali tidak ada korelasinya dgn masa Kolonial Belanda, Semua itu hanya pengalihan isu saja, karena sdh tersudut dgn berbagai pertanyaan publik dan media.
Mungkin dia lupa dan bahkan bisa jadi tidak tau bahwa penggunaan kata Pribumi dan Non Pribumi telah diatur oleh Undang-Undang No.40 Thn 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan juga sebelumnya telah diatur dalam Instruksi Presiden No.26 Tahun 1998 Tentang Menghentikan Penggunaan kata Pribumi dan Non Pribumi dalam semua Perumusan dan Pemyelenggaraan Kebijakan Perencanaan Program ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.
Bisa jadi kalimat "Saatnya Pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri" dlm pidato AB hanya menyentil keberadaan dan eksistensi etnis tertentu saja.....Bravo.......

Fakta Sejarah G30S/PKI Yang Mendekati Kebenaran

Dari berbagai versi, versi ini yang menurutku paling rasional didukung pidato kenegaraan Soekarno dan fakta-fakta sejarah lainnya.
Peristiwa G30S berawal dari informasi yg dibawa oleh Subandrio dari Mesir pada tgl 15 Mei 1965 tentang adanya Dewan Jenderal (Dokumen Gilchrist).
Sukarno menanggapi isu ini dgn serius. Pada tanggal 25 Mei 1965, Sukarno memanggil para Menteri Panglima Angkatan untuk meminta kejelasan tentang adanya Dewan Jenderal.
Pada kesempatan tersebut, Letjen Ahmad Yani selaku Menpangad dgn tegas menyatakan bahwa Dewan Jenderal tidak ada, yang ada adalah Dewan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) yg bertugas memberi masukan atau pendapat kepada Menpangad tentang kepangkatan dan jabatan Perwira Tinggi di tubuh angkatan darat. 

5 Agu 2017

Just today trying to smile again !


Renungan dan Hikmat

Amsal 12:9 Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. 

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka.  Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

"Om beli bunga" 
"Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om" rayu si gadis kecil. Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu" Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu.

28 Jul 2017

Teologi Reformasi

1.   Faktor-faktor penentu lahirnya gerakan Reformasi dan Relevansinya.
Beberapa faktor  dan segi-segi yang menguntungkan bagi lahir dan berkembanganya gerakan Reformasi antara lain, bidang theologi, sosial - politik, Ilmu  dan pengetahuan, dan juga bidang media percetakan.

a.      Bidang  theologi
Sepanjang sejarah, bidang teologi terus berkembang  sebagai science sebagai wadah berteologi, dimana para teolog mencoba mencari kebenaran yang sesungguh melalui Kitab Suci  dan berusaha merumuskannya. Pada abad ke 3-8 perkembangan berteologi dikuasai oleh pemimpin gereja dengan doktrin-doktrin kekristenan yang sempit, dan dipihak lain para pemimpin gereja tidak lagi melakukan tugasnya sesuai  dengan Kitab Suci. Zaman ini disebut zaman kegelapan.  Pada abad pertengahan pengaruh filsafat Yunani (Neo-Platonisme) berkembang dan mempengaruhi pola berpikir manusia dan situasi ini juga mempengaruhi Gereja Katolik dalam berteologi dan merumuskan doktrin-doktrin gereja, Alkitab  tidak lagi menjadi landasan utama dalam merumuskan doktrin untuk memperkuat kekuasan pimpinan gereja dan  konsili-konsili tidak lagi  sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam gereja, melainkan berada pada Paus. Keselamatan manusia ditentukan oleh Paus dan peran manusia  dalam beramal bagi gereja.

Peranan Khusus Wanita dalam Penginjilan


Ketika Allah menciptakan wanita, Ia menciptakan seorang penolong bagi laki-laki yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:20). Dan sejak saat itu sampai sekarang peranannya ialah sebagai penolong. Maksud Allah tersebut dapat dikelabui oleh kebiasaan-kebiasaan dan kebudayaan yang memuat tata cara dan tata nilai terhadap peranan dan kedudukan kaum wanita dari masa ke masa. Dewasa ini, sudah terjadi perseteruan antara dua posisi, yaitu kedudukan wanita dalam gereja dan masyarakat. Kedua pandangan tentang peranan wanita dan statusnya adalah: pertama, paham tradisional, bahwa wanita hanyalah sebagai ibu rumah tangga. Yang kedua adalah wanita karier, yang berarti bahwa wanita dapat mengambil bagian dalam fungsi sosial atau masyarakat sebagaimana halnya kaum pria. Selayang pandang terhadap sejarah membuktikan kebenaran tersebut. Allah menciptakan laki-laki dan wanita. Dia tidak memberikan vonis bahwa kedudukan wanita itu lebih rendah daripada kedudukan laki- laki. Dalam masa Perjanjian Lama, Allah terus-menerus menjunjung tinggi derajat kaum wanita setara dengan kaum pria. Dalam hukum Taurat, seorang ibu harus dihormati, ditaati, dan ditakuti. Ia memberikan nama kepada anak-anak dan mengajar mereka. Persembahan yang sama diberikan untuk penyucian apakah yang baru lahir itu anak laki-laki atau perempuan. Wanita menghadiri kegiatan-kegiatan keagamaan dan mempersembahkan korban sama dengan kaum pria. Janji seorang nazir dilakukan ketika ia mempersembahkan hidupnya khusus untuk penyembahan kepada Yahweh. Wanita dikecualikan dari pekerjaan Sabat.

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 23 : 1 - 6
1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Psalms 23 : 1 - 6
1 The LORD is my shepherd; I shall not want. 2 He maketh me to lie down in green pastures: he leadeth me beside the still waters. 3 He restoreth my soul: he leadeth me in the paths of righteousness for his name's sake. 4 Yea, though I walk through the valley of the shadow of death, I will fear no evil: for thou art with me; thy rod and thy staff they comfort me. 5 Thou preparest a table before me in the presence of mine enemies: thou anointest my head with oil; my cup runneth over. 6 Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life: and I will dwell in the house of the LORD for ever.